ANALISIS PENYEBAB CACAT PADA PROSES PRODUKSI SARUNG TENUN WADIMOR MENGGUNAKAN METODE FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) (Studi Kasus PT. SUKORINTEX)

SARI, DICKA KURNIA (2022) ANALISIS PENYEBAB CACAT PADA PROSES PRODUKSI SARUNG TENUN WADIMOR MENGGUNAKAN METODE FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) (Studi Kasus PT. SUKORINTEX). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[img] Text
Teknik Industri_31601700034_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (368kB)
[img] Text
Teknik Industri_31601700034_fullpdf.pdf

Download (7MB)

Abstract

PT. Sukorejo Indah Textile (SUKORINTEX) merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang textile dengan produk utamanya yaitu sarung tenun WADIMOR. Perusahaan menggolongkan hasil produksi berdasarkan kualitas grade A, grade B, grade C dan grade D. Grade A merupakan jenis pengelompokan produk yang memiliki kualitas terbaik dan diberi merek Wadimor, grade B merupakan pengelompokan produk yang memiliki kualitas baik tetapi memiliki cacat samar dan masih bisa masuk merek Wadimor, grade C merupakan pengelompokan produk yang memiliki cacat minor tetapi sudah tidak masuk dalam merek Wadimor, grade D merupakan pengelompokan produk yang memiliki cacat parah yang tidak tertoleransi dan tidak masuk dalam merek Wadimor. Dari Data hasil produksi 3 bulan terakhir menunjukkan bahwa tingginya persentase cacat yang dialami oleh perusahaan telah melebihi batas toleransi yang sudah ditetapkan sebesar 3%. Masalah yang dihadapi oleh perusahaan textile ini adalah kurangnya pengendalian kualitas produk cacat. Oleh sebab itu diperlukan alat pengendalian kualitas untuk mengetahui penyebab cacat yang dapat meminimalisir jumlah kecacatan. Metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) merupakan metode pengendalian kualitas yang digunakan untuk mengidentifikasi moda kegagalan potensial pada proses produksi berdasarkan nilai RPN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kegagalan potensial adalah Cutter tidak memotong, salah cucukan tepi, airtucker mampet, tension kain terlalu kencang atau posisi fixed terlalu ke kanan/ kiri sebesar 196. Mode kegagalan tersebut merupakan penyebab potensial terjadinya cacat sarung yang dapat menyebabkan tepi rusak pada proses tenun (weaving). Usulan perbaikan untuk tepi rusak adalah menjaga dan melakukan pembersihan mesin weaving dan lingkungan kerja secara teratur, melakukan kontrol mesin secara rutin dan penambahan smesher. Kata Kunci : PT. SUKORINTEX, FMEA

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Industri
Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 25 Jan 2023 03:54
Last Modified: 25 Jan 2023 03:54
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/27949

Actions (login required)

View Item View Item