PERAN MAJELIS KEHORMATAN NOTARIS TERHADAP PENYITAAN MINUTA AKTA OLEH PENYIDIK KEPOLISIAN DAERAH SULAWESI TENGGARA

RAMADAN, AHMAD (2022) PERAN MAJELIS KEHORMATAN NOTARIS TERHADAP PENYITAAN MINUTA AKTA OLEH PENYIDIK KEPOLISIAN DAERAH SULAWESI TENGGARA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[img] Text
21302100090_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (54kB)

Abstract

Notaris sebagai pejabat umum pembuat akat autentik adalah jabatan yang sangat mulia (officium nobile) karena notaris dapat memberikan peran kontribusi kepada masyarakat dalam melindungi hak-haknya, utamanya dalam melakukan semua perbuatan, perjanjian, dan penetapan yang diharuskan oleh undang-undang dan dikehendaki oleh para pihak dan dituangkan dalam suatu akta yang autentik. Tentunya notaris dalam mejalankan tugasnya sangat rentang dengan adanya pelanggaran baik pelanggaran administrasi, perdata dan bahkan dapat ditarik sebagai pihak turut serta membuat atau memasukan keterangana palsu dalam pelanggaran pidana. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peran majelis kehormatan notaris terhadap penyitaan minuta akta oleh penyidik kepolisian daerah Sulawesi Tenggara. Dan untuk mengetahui dan menganalisis proses pemeriksaan perkara pidana yang diduga dilakukan oleh notaris dengan delik memasukan keterangan palsu dalam akta autentik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis sosiologis. Metode penelitian yuridis sosiologis adalah penelitian hukum yang menggunakan data sekunder sebagai data awalnya yang kemudian dilanjutkan dengan data primer dilapangan atau terhadap masyarakat, meneliti efektivitas suatu peraturan menteri dan penelitian yang ingin mencari hubungan (korelasi) antara berbagai gejala atau variable, sebagai alat pengumpulan datanya terdiri dari studi dokumen atau bahan pustaka dan wawancara. Hasil penelitian ini menemukan bahwa : pertama, Majelis Kehormatan Notaris Wilayah dari hasil pemeriksaan majelis pemeriksa tidak dapat memberikan izin persetujuan terhadap penyitaan minuta akta notaris melainkan memberikan izin kepada penyidik untuk mengambil fotocopy minuta akta notaris. Kedua bahwa dari hasil pemeriksaan majelis pemeriksa pula tidak terdapat delik memasukan keterangan palsu kedalam minuta akta. Bahkan dari hasil pemeriksaan pula ditemukan bahwa pelapor tidak mepersoalkan isi akta, namun yang dipersoalkan adalah ketidak hadirannya ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan dalam berita acara RUPS terdapat tanda tangan pelapor yang menandakan bahwa pelapor hadir dalam RUPS tersebut dan Pelapor sendiri juga Yang datang menghadap notaris untuk membuat akta notaris. Kata kunci : Notaris, Majelis Kehormatan Notaris, Minuta Akta, Penyidik.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 17 Jan 2023 01:46
Last Modified: 17 Jan 2023 01:46
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/27126

Actions (login required)

View Item View Item