PERAN DAN TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PERIZINAN ONLINE BERBASIS ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) TERHADAP PERSEROAN TERBATAS

PAMSUKMAYANTI, SISKA (2022) PERAN DAN TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PERIZINAN ONLINE BERBASIS ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) TERHADAP PERSEROAN TERBATAS. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[img] Text
21301800077_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (237kB)

Abstract

Badan usaha perseroan terbatas dalam menjalankan kegiatan usahanya memerlukan perizinan berusaha. Di Indonesia, sejak Tahun 2018 perizinan berusaha telah menerapkan perizinan berusaha secara online yakni Sistem Online Single Submission (OSS) yang merupakan aplikasi berbasis web dan merupakan lembaga penerbit perizinan berusaha.Dalam proses penerbitan izin di OSS ini, data-data terkait perseroan terbatas yang notabene terdapat dalam Sistem AHU Online menjadi syarat penting. Dimana, dalam pengisian/pendaftaran pada Sistem AHU Online dilakukan oleh Notaris. Keterakitan tersebut menjadi latar belakang penelitina ini dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dan tanggung jawab notaris dalam perzinan berusaha OSS terhadap badan usaha perseroan terbatas (PT) dan untuk mengetahui hambatan dan solusi dalam perizinan berusha OSS terhadap PT. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian Yuridis Empiris bersifat deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan berasal dari data primer berupa hasil wawancara dan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode penelitian kepustakaan (library research) dan wawancara. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menarik kesimpulan secara deduktif. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perizinan berusaha OSS notaris berperan sebagai ppejabat umum pembuat akta otentik dan pejabat yang berperan dalam pendafataran pengisian data AHU Online Perseroan terbatas. Dimana, dalam menjalankan perannya, ada resiko melakukan kesalahan yang mengakibatkan ketidaksesuaian aturan sehingga akta notaris menjadi akta dibawah tangan dan resiko kesalahan dalam pengisian data AHU yang membuat kegagalan dalam penarikan data AHU pada saat pengajuan permohonan di sistem OSS. Tanggung jawab notaris atas keslahn pembuatan akta yang kurang memeprhatikan kaidah-kaidah dalam pembuatannya serta kesalahan pada pengisian data AHU merupakan tanggung jawab moril dimana notaris perlu bertanggung jawab atas tindakannya secara moril dengan melakukan pembenahan sesuai prosedur dan tanggung jawab materil dimana notaris menangung beban biaya yang ditimbulkan akibat kesalahan yang terjadi.Untuk hembatan perseroan terbatas dalam melakukan permohonan pada sistem OSS adalah ketika terjadi ketidak sesuaian data antara data yang ada pada sistem OSS dengan data yang ada di AHU sehingga terjadi kegagalan dalam penarikan data. Selain itu, hambatn juga bisa terjadi karena kesalahan atau ketidaksesuaian data dukcapil dataupun data pada DJP Online. Sehingga solusi untuk hambatan-hambatan tersebut adalah dengan melakukan perbaikan data pada sistem yang tidak sesuai, apakah data AHU, data Dukcapil, atau data DJP Online.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 17 Jan 2023 02:54
Last Modified: 17 Jan 2023 02:54
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/27085

Actions (login required)

View Item View Item