REKONSTRUKSI PELAKSANAAN REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA BERBASIS NILAI KEMANUSIAAN

AGUSTIANA, AGUSTIANA (2022) REKONSTRUKSI PELAKSANAAN REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA BERBASIS NILAI KEMANUSIAAN. Doctoral thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
10302000134_fullpdf.pdf

Download (2MB)
[img] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penyalahguna narkotika bagi diri sendiri adalah mendapatkan jaminan rehabilitasi, akan tetapi pada Pasal 127 Undang undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika penyalah guna narkotika kemudiaan juga menjadi subyek yang dapat dipidana dan dapat kehilangan hak rehabilitasinya, kecuali dapat dibuktikan atau terbukti sebagai korban narkotika. Dalam praktek penerapan hukum dilapangan aplikasi dari norma pasal tersebut menjadi semakain rancu dimana sekalipun pengguna narkotika untuk diri sendiri sekaligus korban dari perbuatannya namun dia tetap dikenakan sanksi pidana sebagaimana yang dirumuskan dalam Pasal 127 yang biasanya dalam dakwaannya juga mengait kan (termasuk / include / juncto) Pasal 111 atau Pasal 112 karena juga memenuhi unsur dalam norma pasal tersebut Tujuan dalam peneliian ini adalah Untuk mengethaui Pelaksanaan Rehabilitasi Medis Dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika Belum Berbasis Nilai Kemanusiaan, Untuk mengeahui Kelemahan-kelemahan Pelaksanaan Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial, dan Untuk merekonstruksi Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika berbasis Kemanusiaan Melalui paradigma konstruktifisme penelitian diarahkan untuk menghasilkan berbagai pemahaman yang bersifat rekonstruksi, dengan tema-tema sifat layak dipercaya(trustworthiness) dan otentisitas (authenticity).Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan socio-legal research sebagai upaya untuk memahami hukum dalam konteks, yaitu konteks masyarakatnya sehingga harapan besar dapat mendukung upaya rekonstruksi realitas sosial, dengan mengedepankan interaksi antara peneliti dengan apa yang dikaji melalui sumber-sumber dan informan, serta memperhatikan konteks yang membentuk masukan, proses dan hasil penelitian. Pelaksanaan Rehabilitasi Medis Dan Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika Belum Berbasis Nilai Kemanusiaan dikarenakan seringkalinya penyalahguna narkotika bukan pengedar mendapatkan sanksi pidana berupa penjara dan/atau denda oleh karena perbuatannya. Jika melihat ketentuan norma tersebut maka kita dapat mengetahui bahwa pada prinsipnya penyalahguna narkotika bagi diri sendiri dikenakan sanksi pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 127 dan dalam ketentuan norma Pasal 103 mengatur bahwa seorang hakim “dapat” memutuskan untuk menempatkan pengguna tersebut untuk mejalani rehabilitasi dimana masa rehabilitasi tersebut juga dihitung sebagai masa hukuman dimana sistem yang demikian dalam ilmu hukum pidana dikenal sebagai Double Track System. Bertolak dari pemikiran bahwa pidana pada hakekatnya hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan pemidanaan, maka dalam konsep pidana narkoika baru pertama-tama merumuskan tentang tujuan pemidanaan Kata kunci : Rehabilitasi Medis, Rehabilitasi Sosial, TIndak Pidana Narkotika

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Program Doktor Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 12 Jan 2023 04:02
Last Modified: 12 Jan 2023 04:02
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/26649

Actions (login required)

View Item View Item