PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP BALITA ISPA NON PNEUMONIA MENGGUNAKAN CEFOTAXIM DAN AMOXICILLIN Studi Observasi Analitik di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Januari - Desember 2014

Khasiatun, Khasiatun (2015) PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP BALITA ISPA NON PNEUMONIA MENGGUNAKAN CEFOTAXIM DAN AMOXICILLIN Studi Observasi Analitik di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Januari - Desember 2014. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI_Khasiatun_31.211.0019_Cover.pdf

Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI_Khasiatun_31.211.0019_Daftar Isi.pdf

Download (103kB) | Preview
[img]
Preview
Text
SKRIPSI_Khasiatun_31.211.0019_Intisari.pdf

Download (98kB) | Preview

Abstract

Latar Belakang :Penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu masalahkesehatan utama di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan masih tingginya angka sakit dan kematian karena ISPA, terutama pada bayi dan anak usia di bawah lima tahun (balita). Penanggulangan penyakit ISPA non pneumonia dengan menggunakan jenis Antibiotik Betalaktam (Cefotaxim dan Amoxicillin) yang terbukti baik dan efektif sebagai obat ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama rawat inap balita ISPA non pneumonia yang menggunakan penanganan Cefotaxim dibandingkan dengan Amoxicillin. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observational dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua balita usia 1-5 tahun yang menderita ISPA non pneumonia dan dirawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang periode 1 Januari-31 Desember 2014. Sampel adalah populasi yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis rawat inap. Analisa data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 144 sampel yang memenuhi kriteria penelitian diperoleh rerata lama rawat inap balita ISPA non pneumonia menggunakan Cefotaxim adalah 3 hari sedangkan rerata lama rawat inap balita ISPA non pneumonia menggunakan Amoxicillin adalah 4 hari. Dilanjutkan analisa data dengan uji Mann Whitney diperoleh nilai p sebesar 0,000. Kesimpulan : Rerata rawat inap pasien balita ISPA non pneumonia yang menggunakan Cefotaxim adalah 3 hari dan yang menggunakan Amoxicillinadalah 4 hari. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan lama rawat inap balita ISPA non pneumonia menggunakan Cefotaxim dibandingkan Amoxicillin. Kata kunci : Lama rawat inap, ISPA non pneumonia, Cefotaxim, Amoxicillin.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 06 Aug 2015 08:57
Last Modified: 06 Aug 2015 08:57
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/263

Actions (login required)

View Item View Item