HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI KUNJUNGAN KE POSYANDU DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA - (Studi Observasional pada Balita di Kelurahan Purwodinatan Kecamatan Semarang Tengah)
Berkas Tugas Akhir
Abstract
Penimbangan anak usia 1-5 tahun (Balita) setiap bulan ke posyandu bertujuan untuk memantau pertumbuhan. Apabila balita rutin ditimbang di posyandu setiap bulan sekali, kasus gizi buruk, gizi kurang dan gizi lebih dapat di cegah lebih dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status gizi pada balita.
Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebesar 63 balita, sampel diambil di RW I,II,III,IV dan VI Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah Kota Semarang dengan teknik strastified random sampling . Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara ibu balita dan mengukur berat badan serta tinggi badan balita. Analisis statistik menggunakan analisis bivariat uji Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan balita dengan frekuensi kunjungan ke posyandu ≥ 6 kali selama tahun 2014 sebesar 63.5% dan yang < 6 kali sebesar 36.5%. Status gizi balita dengan status gizi lebih (12.7%) , status gizi baik (74.6%), status gizi kurang (11.1%) dan status gizi buruk (1.6%). Hasil uji Spearman , menunjukkan ada hubungan antara frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status gizi pada balita (p< 0.000) dengan korelasi sedang (r= 0.458).
Ada hubungan yang berkorelasi sedang antara frekuensi kunjungan ke posyandu dengan status gizi pada balita.
Kata Kunci : Frekuensi Kunjungan, Posyandu, Status Gizi, Balita.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
