ANALISIS PELAKSANAAN PERUBAHAN HAK GUNA BANGUNAN UNTUK RUMAH TINGGAL YANG DIBEBANI HAK TANGGUNGAN MENJADI HAK MILIK DI KOTA SEMARANG

Qomaruddin, Ahmad Rizal (2022) ANALISIS PELAKSANAAN PERUBAHAN HAK GUNA BANGUNAN UNTUK RUMAH TINGGAL YANG DIBEBANI HAK TANGGUNGAN MENJADI HAK MILIK DI KOTA SEMARANG. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[img] Text
21301800228_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (428kB)

Abstract

Bank dalam penyaluran kredit tersebut dengan meminta jaminan merupakan realisasi dari prinsip kehati-hatian. Hak Guna Bangunan dapat di jadikan jaminan utang dengan dibebani Hak Tanggungan. Hak Guna Bangunan untuk rumah tinggal yang sedang dibebani Hak Tanggungan dapat dilakukan peningkatan hak menjadi Hak Milik, namun hal ini dapat mengakibatkan hapusnya Hak Tanggungan yang membebani Hak Guna Bangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Pelaksanaan perubahan Hak Guna Bangunan atas tanah untuk rumah tinggal menjadi Hak Milik yang dibebani Hak Tanggungan. 2) Akibat hukum dari perubahan Hak Guna Bangunan atas tanah untuk rumah tinggal menjadi Hak Milik yang dibebani Hak Tanggungan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris, yaitu pendekatan dengan mengkaji peraturan perundang - undangan yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas, dan juga dilakukan pendekatan lapangan untuk memperoleh informasi sebagai bahan penunjang. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif analitis yaitu menggambarkan peraturan perundang – undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori – teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif yang menyangkut permasalahan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil : 1) Pelaksanaan perubahan hak guna bangunan atas tanah untuk rumah tinggal menjadi hak milik yang dibebani hak tanggungan yaitu dimulai dari Pemohon harus mendapatkan izin tertulis dahulu dari Pihak Bank yang memegang hak tanggungan, bahwa akan dilakukan perubahan hak yaitu hak guna bangunan akan ditingkatkan menjadi hak milik. Setelah mendapatkan dari pihak bank, Pemohon atau kuasanya mengajukan permohonan perubahan Hak Guna Bangunan atas tanah untuk rumah tinggal yang sedang dibebani Hak Tanggungan menjadi Hak Milik di Kantor Pertanahan Kota Semarang dengan membawa semua persyaratan, setelah diverifikasi selanjutnya berkas permohonan diteruskan kepada petugas pengolahan data, dicatat hapusnya Hak Guna Bangunan dan hapusnya Hak Tanggungan yang bersangkutan dalam buku tanah dan sertipikatnya serta daftar umum lainnya serta mencatat Hak Milik atas tanah bekas Hak Guna Bangunan tersebut dengan menyebutkan keputusan yang menjadi dasar adanya Hak Milik tersebut. 2) Akibat hukumnya dengan perubahan Hak Guna Bangunan atas tanah untuk rumah tinggal menjadi Hak Milik yang dibebani Hak Tanggungan adalah menjadi hapusnya hak guna bangunan tersebut menjadi tanah hak milik. Namun hapusnya hak guna bangunan tidak menyebabkan hapusnya utang yang dijamin. Hal ini telah sesuai dengan sifat perjanjian pemberian Hak Tanggungan yaitu sebagai perjanjian pelengkap (accessoir), Pasal 10 ayat (1) UUHT. Oleh karena itu untuk menjamin kelangsungan pelunasan hutang debitor kepada kreditor sebelum hak itu di daftar perlu dibuatkan SKMHT antara pemegang hak dengan pemegang Hak Tanggungan di hadapan Notaris atau PPAT sebagai dasar pembuatan APHT. Kata Kunci : Hak Guna Bangunan, Hak Milik, Hak Tanggungan

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 09 Jan 2023 07:20
Last Modified: 09 Jan 2023 07:20
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/26042

Actions (login required)

View Item View Item