PENGARUH ALPUKAT (Persea americana) TERHADAP DERAJAT LESI ATEROSKLEROSIS
Berkas Tugas Akhir
Abstract
Aterogenesis berawal dari penumpukan partikel lipoprotein berdensitas rendah terutama LDL di intima pembuluh darah. Alpukat diduga mampu mencegah aterogenesis karena potensi menurunkan hiperlipidemia dan menurunkan proses oksidasi LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian alpukat terhadap derajat lesi aterosklerosis pada tikus putih strain Wistar.
Penelitian dengan rancangan post test only control group design. Empat kelompok tikus jantan dibagi secara simple random sampling. K1 sebagai kontrol negatif (diet tinggi lemak), K2 diberi pakan tinggi lemak dan sonde alpukat dosis 1,8 gram, K3 diberi pakan tinggi lemak dan sonde alpukat 3,6 gram, K4 diberi pakan tinggi lemak dan sonde alpukat 5,4 gram. Penelitian dilakukan selama 21 hari dan terminasi pada hari ke-22 sebanyak satu tikus, diperiksa histopatologi aorta abdominal dan arteri iliaka komunis. Jika lesi aterosklerosis sudah terbentuk maka dilanjutkan pemeriksaan histopatologi pada seluruh sampel.
Hasil pemeriksaan histopatologi menunjukkan derajat lesi aterosklerosis pada kelompok kontrol terbanyak adalah lesi tipe II (60%), kelompok alpukat 1,8 gram adalah tipe II (40%), kelompok alpukat 3,6 gram adalah tipe III (40%) dan tipe I (40%), kelompok alpukat 5,4 gram adalah tipe III (40%) dan tipe 0 (40%). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Syarat uji chi-square tidak terpenuhi, oleh karena itu data dianalisis dengan uji Fisher. Nilai significancy pada uji Fisher menunjukkan angka 1,000 sehingga p > 0,05.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian buah alpukat (Persea americana) tidak berpengaruh terhadap derajat lesi aterosklerosis.
Kata Kunci: alpukat, aterosklerosis, histopatologi.
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
