HUBUNGAN DERAJAT ASTIGMATISMA PRA LASIK DENGAN KEJADIAN GLARE PADA PASIEN PASCA LASIK Studi Observasional Analitik Pada Pasien Pascaoperasi LASIK di Semarang Eye Center RSISultan Agung Semarang

Diniah, Tri Umi Maslakhatut (2015) HUBUNGAN DERAJAT ASTIGMATISMA PRA LASIK DENGAN KEJADIAN GLARE PADA PASIEN PASCA LASIK Studi Observasional Analitik Pada Pasien Pascaoperasi LASIK di Semarang Eye Center RSISultan Agung Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
KTI_TRI UMI MD_012116541_Cover.pdf

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KTI_TRI UMI MD_012116541_Daftar Isi.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KTI_TRI UMI MD_012116541_Intisari.pdf

Download (6kB) | Preview

Abstract

Glareadalahpenurunankontrasdaricahaya yang memasukimatasaatmelakukan penglihatan, dengandemikianvisibilitas target penglihatanakanberkurang. Glare biasanyaterjadipadasebagianbesarpasienpasca LASIK (Laser Assisted In-SituKeratomileusis) yang sifatnya bisa sementaraataupunmenetap. LASIK merupakan suatu tindakan yang dapat merubah struktur dari kornea karena melibatkan pembuatan flap pada kornea. Hal ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya glare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat astigmatisma pra LASIK dengan kejadian glare pada pasien pasca LASIK di SEC RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian observasional analitik dengan rancangan riset cross sectional ini menggunakan sampel 90 orang pasien pasca LASIK di SEC RSI Sultan Agung Semarang . Pengambilan data sekunder menggunakan rekam medis, selanjutnya pasien yang memenuhi kriteria dihubungi melalui telepon untuk dilakukan informed consent dan koesioner yang berisi lima butir petanyaan berhubungan dengan keluhan glare. Data penelitian dianalisis dengan uji chi square (X2) dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa sebanyak 37,7% pasien mengalami glare, dan sebanyak 62,2% pasien tidak glare. Hasil uji chi square (X2) menunjukkan hubungan bermakna antara besar derajat astigmatisma pra LASIK dengan kejadian glare pasca LASIK dengan nilai p two-tailed = 0,008dan p one-tailed = 0,008. Keeratan hubungan antara kedua variabel diuji dengan menggunakan Contingency Coefficient adalah ringan dengan nilai r = 0,312. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara derajat astigmatisma pra LASIK dengan kejadian glare pada pasien pasca LASIK, dengan keeratan hubungan ringan. Kata kunci: Glare, LASIK, Derajat Astigmatisma

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 06 Aug 2015 05:37
Last Modified: 06 Aug 2015 05:37
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/238

Actions (login required)

View Item View Item