HUBUNGAN ANTARA TROMBOSITOPENIA DISERTAI HEMOKONSENTRASI DENGAN KEJADIAN SYOK PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE - Studi Case Control Pada Pasien Demam Berdarah Dengue Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung

Purnamasari, Bagus Ayu (2014) HUBUNGAN ANTARA TROMBOSITOPENIA DISERTAI HEMOKONSENTRASI DENGAN KEJADIAN SYOK PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE - Studi Case Control Pada Pasien Demam Berdarah Dengue Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (83kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (169kB) | Preview

Abstract

Latar belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi dengan diagnosis yang sulit ditegakkan pada awal penyakit karena tanda dan gejalanya yang tidak spesifik apalagi dalam menilai pasien apakah pada akhirnya akan menjadi syok. Masalah yang akan dihadapi oleh 20-30% pasien DBD berkembangnya menjadi Sindrom Syok Dengue (SSD) yang berakibat fatal bila tidak diawasi dan ditangani secara baik dan tepat saat terjadi perembesan plasma yang ditandai dengan hemokonsentrasi atau penumpukan cairan dirongga tubuh.    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan serta besar risiko trombositopenia disertai hemokonsentrasi dengan kejadian syok pada pasien DBD.    Metode. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien rawat inap RSISA dengan jumlah 61 pasien yang terdiri atas 30 pasien DBD disertai syok dan 31 pasien DBD tanpa syok, selanjutnya pasien dianalisa yang mengalami trombositopenia disertai hemokonsentrasi dan tanpa disertai hemokonsentrasi.    Hasil Penelitian. Dari seluruh jumlah sampel pasien DBD 61 orang, didapatkan 30 pasien DBD disertai syok, 23 (37,7%) pasien mengalami trombositopenia disertai hemokonsentrasi dan 7 (11,5%) pasien tanpa disertai hemokonsentrasi. Dari 31 pasien DBD tanpa disertai syok, 8 (13,1%) pasien mengalami trombositopenia disertai hemokonsentrasi dan 23 (37,7%) pasien tanpa disertai hemokonsentrasi dengan p=0,000 dan OR sebesar 9,446 (OR>1).    Kesimpulan. Ada hubungan antara trombositopenia disertai hemokonsentrasi pada pasien DBD dengan kejadian syok dan pasien yang mengalami trombositopenia disertai hemokonsentrasi pada DBD memiliki risiko 9,4 kali lebih besar untuk mengalami syok dibanding tanpa disertai hemokonsentrasi.     Kata kunci : DBD, Syok, Trombositopenia, Hemokonsentrasi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 07 Jan 2016 02:07
Last Modified: 07 Jan 2016 02:07
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/2281

Actions (login required)

View Item View Item