ANALISIS YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG TAHUN 2018 TENTANG WASIAT WAJIBAH AHLI WARIS BEDA AGAMA Studi Yurisprudensi Mahkamah Agung dalam Perspektif Maslahat

Amalia, Ema (2021) ANALISIS YURISPRUDENSI MAHKAMAH AGUNG TAHUN 2018 TENTANG WASIAT WAJIBAH AHLI WARIS BEDA AGAMA Studi Yurisprudensi Mahkamah Agung dalam Perspektif Maslahat. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
COVER.pdf

Download (691kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (109kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (75kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (365kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (436kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (199kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (380kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (76kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (136kB)
[img] Text
PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB)
[img] Text
S1 Syariah_30501700026_fullpdf.pdf

Download (1MB)

Abstract

Yurisprudensi merupakan putusan hakim terdahulu yang tidak ada dalam undang-undang, yurisprudensi sendiri timbul karena banyaknya kasus-kasus serupa yang kemudian digunakan hakim untuk memutuskan sebuah perkara, sedangkan Mahkamah Agung adalah lembaga tinggi yang memegang kekuasan kehakiman bersama-sama mahkamah konstitusi dan bebas dari pengaruh dari cabang-cabang lainnya. Dalam yurisprudensi Mahkamah Agung (MA) Nomor 1/Yur/Ag/2018 disebutkan bahwa wasiat wajibah diberikan tidak hanya kepada anak angkat namun diberikan kepada ahli waris yang tidak beragama Islam, sebagaimana diatur dalam pasal 209 KHI . menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam pasal 194-209, satu-satunya yang mengatur tentang wasiat, hukum yang dipandang sebagai hukum materil menentukan bahwa wasiat wajibah hanya diberikan kepada seseorang yang tidak termasuk dzawi al-furudh (ahli waris yang mendapatkan bagian berdasarkan ketentuan nash), seperti anak angkat, dan cucu yang ayahnya sudah meninggal terlebih dahulu (ahli waris pengganti). Pentingnya penelitian ini adalah tercapainya pemahaman masyarakat terhadap pembagian wasiat wajibah ahli waris beda agama. Dalam hal iniWasiat wajibah adalah terobosan untuk memberikan harta warisan dari pewaris yang sebelumnya beragama Islam lalu keluar dari Islam, kemudian meninggal dalam keadaan non muslim, sementara kerabatnya tetap memeluk agama Islam. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti dalam kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, penelitian ini berguna untuk memahami yurisprudensi wasiat wajibah terhadap ahli waris beda agama. Selain itu penelitian ini juga menggunakan metode penelitian hukum normatif, metode penelitan hukum normatif atau metode penelitan pustaka adalah metode yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang ada. Hasil penelitian pemberian wasiat wajibah kepada ahli non-muslim pada intinya adalah untuk menjaga tali persaudaraan sesama manusia, dan menjaga keutuhan keluarga. Bila ditinjau dari segi kemaslahatan yaitu untuk memenuhi rasa keadilan, maka dengan lahirnya putusan-putusan yang telah lalu dapat di kembangkan oleh Mahkamah Agung untuk memutuskan dan menjadikan rujukan memutuskan suatu perkara. Kata kunci: wasiat wajibah,beda agama,yurisprudensi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Agama Islam
Fakultas Agama Islam > Syari'ah (Ahwal Syakhshiyah)
Depositing User: Pustakawan 4 UNISSULA
Date Deposited: 07 Jun 2022 06:50
Last Modified: 07 Jun 2022 06:50
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/22719

Actions (login required)

View Item View Item