Penjadwalan Proyek Dengan Pendekatan Critical Path Method (CPM) Dan Monitoring Proyek Dengan Metode Earned Value (Studi Kasus Proyek Jalan Di Ngelo - Cendono Kudus)

Kencana, Hendrawan Eka (2014) Penjadwalan Proyek Dengan Pendekatan Critical Path Method (CPM) Dan Monitoring Proyek Dengan Metode Earned Value (Studi Kasus Proyek Jalan Di Ngelo - Cendono Kudus). Undergraduate thesis, Fakultas Teknologi Industri UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (550kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (553kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (560kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (551kB) | Preview

Abstract

Pada penelitian ini di bahas penjadwalan pekerjaan di proyek pemeliharaan Jalan Ngelo - Cendono dengan menggunakan program critical path method untuk mengakomodasi waktu pengerjaan sehingga terdapat jalur kritis dan penjadwalan proyek yang tepat waktu. Pengendalian proyek yang berskala besar dan cukup kompleks harus ditangani secara sistematis,terbuka dan komunikatif. Salah satu metode pengendalian kinerja proyek yang lebih progresif digunakan adalah dengan cara Eaened value atau nilai hasil, yang dapat memberikan informasi mengenai informasi posisi kemajuan proyek dengan jangka waktu tertentu serta dapat memperkirakan progres proyek pada metode tertentu selanjutnya, yaitu dalam hal biaya dan waktu penyelesain proyek Jalur kritis pada proyek teridentifikasi melalui kegiatan lapis pondasi bawah (LPB) kelas C (alat) – lapis pondasi atas (LPA) kelas A (alat) – penghamparan lapis pondasi atas aspal beton (las ton) / ATB (alat) – mobilisasi ( A-E-F-P) dan mobilisasi – penghamparan lapis tipis aspal beton (lataston) HRS (alat) – penghamparan lapis pondasi atas beton (lat ton atas) (alat) – mobilisasi (C-H-I-Q). Percepatan waktu dapat dilihat pada kegiatan jalur kritis kegiatan lapis pondasi atas (LPA) kelas A (alat) yang semula membutuhkan 14 hari setelah di crash menjadi 13 hari dengan biaya slope Rp 444,000.00, kegiatan penghamparan lapis tipis aspal beton (lataston) HRS (alat) yang semula membutuhkan 6 hari setelah di crash menjadi 5 hari dengan biaya Rp 467,812.50. Percepatan kegiatan dipilih kegiatan yang mempunyai biaya slope rendah pada jalur A-E-F-P dipilih kegiatan E dan pada jalur kritis C-H-I-Q dipilih kegiatan H. Untuk indeks kinerja kegiatan A, B, D, E, G, H, J, K dan M masing – masing memiliki nilai CPI satu. Hal ini menunjukkan kinerja biaya yang baik sesuai dengan anggaran. Sedangkan CPI pada kegiatan C dan I besarnya kurang dari 1, menunjukkan kinerja yang buruk karena biaya yang dikeluarkan lebih besar dengan nilai yang dianggarkan atau dengan kata lain terjadi pemborosan. Kata kunci : Critical Path Method, earned value, penjadwalan proyek

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri
Fakultas Teknologi Industri > Teknik Industri
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 07 Jan 2016 02:06
Last Modified: 07 Jan 2016 02:06
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/2260

Actions (login required)

View Item View Item