PERBEDAAN TEKANAN INTRAOKULAR PADA PENDERITA MIOPIA Studi Observasional Analitik Pada Penderita Miopia Di Semarang Eye Center Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Pada Periode Januari 2015

Nuryanti, Ratih (2015) PERBEDAAN TEKANAN INTRAOKULAR PADA PENDERITA MIOPIA Studi Observasional Analitik Pada Penderita Miopia Di Semarang Eye Center Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Pada Periode Januari 2015. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Ratih Nuryanti 01.211.6495_Cover.pdf

Download (16kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Ratih Nuryanti 01.211.6495_Daftar Isi.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Ratih Nuryanti 01.211.6495_Intisari.pdf

Download (85kB) | Preview

Abstract

Miopia atau rabun jauh merupakan kelainan refraksi dimana berkas cahaya yang masuk ke dalam mata tanpa akomodasi jatuh di depan retina. Kelainan sistem pembiasan di dalam mata dan terlalu panjangnya bola mata anteroposterior dapat menjadi kausa miopia. Tekanan intraokular masih dianggap sebagai faktor risiko yang paling penting untuk perkembangan penyakit glaukoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan intraokular pada penderita miopia ringan, miopia sedang, dan miopia berat. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional ini menggunakan sampel 66 kasus penyakit mata pada penderita miopia di Semarang Eye Center (SEC) RS Islam Sultan Agung yang telah memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan data sampel, sebelumnya menggunakan kuesioner dan dilakukan uji visus kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan intraokular pada bulan Januari 2015 di Semarang Eye Center (SEC) RS Islam Sultan Agung. Kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal Wallis dan untuk uji beda antar kelompok menggunakan uji Mann Whitney. Dari hasil penelitian didapatkan rerata tekanan intraokular pada penderita miopia berat adalah 16,04, sedang 13,72, dan ringan 11,85 mmHg. Setelah data diuji dengan Kruskal-Wallis menunjukan bahwa ada perbedaan tekanan intraokular miopia ringan, miopia sedang dan miopia berat, nilai p=0.000 (p value ≤0.05). sedangkan uji beda antar kelompok yang menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata TIO antara miopia berat dengan miopia sedang dan ringan adalah bermakna (p < 0,05), demikian juga dengan perbedaan rata-rata TIO antara miopia sedang dan berat juga bermakna (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tekanan intraokular pada miopia ringan, miopia sedang dan miopia berat. Kata kunci : miopia, tekanan intraokular

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 06 Aug 2015 01:30
Last Modified: 06 Aug 2015 01:30
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/202

Actions (login required)

View Item View Item