HUBUNGAN PENGGUNAAN LANOLIN DALAM BEDAK TERHADAP KEJADIAN ACNE VULGARIS DI SMAN SEMARANG Studi Observasional Analitik Pemakaian BedakPadatdengan Lanolin danBedakTaburtanpa Lanolin

Suandari, Pipit (2015) HUBUNGAN PENGGUNAAN LANOLIN DALAM BEDAK TERHADAP KEJADIAN ACNE VULGARIS DI SMAN SEMARANG Studi Observasional Analitik Pemakaian BedakPadatdengan Lanolin danBedakTaburtanpa Lanolin. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Pipit Suandari 01.211.6485_Cover.pdf

Download (17kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Pipit Suandari 01.211.6485_Daftar Isi.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Pipit Suandari 01.211.6485_Intisari.pdf

Download (6kB) | Preview

Abstract

Bedak merupakan jenis kosmetik yang banyak digunakan dikalangan remaja dan dewasa muda. Berdasarkan tingkat kepadatannya ada dua jenis bedak yaitu padat dan tabur. Bedak padat mengandung lanolin yang diduga menjadi penyebab mengapa kejadian acne vulgaris lebih tinggi pada pengguna bedak padat daripada tabur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan lanolin dalam bedak dengan kejadian acne vulgaris. Penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 99 siswi SMA N 5 dan 10 Semarang umur 14-17 tahun, tidak menstruasi, dan memiliki kebiasaan membersihkan wajah secara rutin. Remaja dengan penyakit kulit, riwayat keluarga acne vulgaris, perawatan wajah secara intensif, sedang tertekan, dan menggunakan obat obatan antibiotik atau steroid dieksklusi. Penggunaan bedak padat atau tabur diukur dalam penggunaan minimal satu kali/hari selama sebulan terakhir. Acnevulgarisdiidentifikasi dari gambaran klinis berupa komedo, papul, pustul, nodus dan kista. Uji chi square dan koefisien kontingensi digunakan untuk mengetahui hubungan dan keeratan hubungan penggunaan bedak dengan acnevulgaris. Hasil penelitian menunjukkan 78,2% acne vulgaris ditemukan pada pengguna bedak padat, sedangkan 54,5% pada pengguna bedak tabur. Acne vulgaris terjadi lebih banyak pada pengguna bedak padat yang mengandung lanolin. Uji chi square diperoleh p=0,012 dengan nilai C=0,244, menunjukkan hubungan yang signifikan antara penggunaan bedak dengan kejadian acne vulgaris. Tingkat kekuatan hubungan kedua variabel tersebut tergolong lemah. Kesimpulan ada hubungan antara penggunaan lanolin dalam bedak dengan kejadian acne vulgaris. Kata kunci: Acne Vulgaris, Lanolin, Penggunaan Bedak

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 06 Aug 2015 01:31
Last Modified: 06 Aug 2015 01:31
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/194

Actions (login required)

View Item View Item