PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN INTRAOKULAR ANTARA PEMBERIAN TIMOLOL + LATANOPROST SEDIAAN TERPISAH DAN KOMBINASI PADA PASIEN GLAUKOMA (Studi Eksperimen pada Pasien Glaukoma yang Diberi Terapi Kombinasi Timolol Maleat + Latanoprost dalam 2 Sediaan Terpisah dan Kombinasi Tetap Timolol Maleat + Latanoprost dalam 1 sediaan)

Jhorghi, Sultan (2020) PERBEDAAN PENURUNAN TEKANAN INTRAOKULAR ANTARA PEMBERIAN TIMOLOL + LATANOPROST SEDIAAN TERPISAH DAN KOMBINASI PADA PASIEN GLAUKOMA (Studi Eksperimen pada Pasien Glaukoma yang Diberi Terapi Kombinasi Timolol Maleat + Latanoprost dalam 2 Sediaan Terpisah dan Kombinasi Tetap Timolol Maleat + Latanoprost dalam 1 sediaan). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Cover.pdf

Download (995kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (67kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (78kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (180kB)
[img] Text
Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (49kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (56kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (114kB)

Abstract

Glaukoma adalah suatu neuropati optik kronik yang irreversibel dan dapat ditandai dengan pencekungan pada diskus optikus, pengecilan lapang pandang dan peningkatan tekanan intraokular. Peningkatan tekanan intraokular dapat disebabkan oleh peningkatan produksi humor akuos dan atau sumbatan aliran humor akuos. Terapi medikamentosa pada glaukoma menggunakan obat-obatan anti glaukoma seperti timolol dan latanoprost. Kedua obat ini bisa dikombinasikan dalam 1 sediaan, namun belum diketahui perbandingan efektifitasnya dengan pemberian sediaan terpisah. Rancangan penelitian ini menggunakan pre and post test two group design. Sejumlah 16 pasien glaukoma akan dibagi jadi 2 kelompok. Kelompok 1 diberi terapi kombinasi timolol + latanoprost dalam 2 sediaan terpisah dan kelompok 2 diberi terapi kombinasi tetap timolol + latanoprost dalam 1 sediaan. Post test dilakukan dengan cara mengukur tekanan intaokular setelah pemberian terapi selama 7 hari. Hasil data tiap kelompok akan dihitung perbandingan penurunannya. Selanjutnya data dianalisis menggunakan uji Saphiro-Wilk untuk normalitasnya dan uji Leuvene’s Test untuk uji homogenitas. Kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Rerata penurunan tekanan intraokular pada kelompok kombinasi timolol + latanoprost dalam 2 sediaan terpisah adalah 23,325 mmHg. Pada kelompok kombinasi tetap timolol + latanoprost dalam 1 sediaan adalah 21,7875 mmHg. Pada uji Mann-Whitney didapatkan nilai p=0,563 (p>0,05) menunjukan tidak ada perbedaan yang bermakna dari 2 kelompok tersebut. Tidak ada perbedaan penurunan tekanan antara pemberian kombinasi timolol + latanoprost 2 sediaan terpisah dan kombinasi tetap timolol + latanoprost dalam 1 sediaan. Kata Kunci : Glaukoma, Penurunan Tekanan Intraokular, Kombinasi Timolol dan latanoprost

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 11 Sep 2020 02:47
Last Modified: 11 Sep 2020 02:47
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/17535

Actions (login required)

View Item View Item