PENGARUH LAMA AKTIVITAS BELAJAR DI RUANG KELAS TERHADAP KELAINAN REFRAKSI Studi Observasi Analitik Terhadap Anak Usia 8 – 11 Tahun di SD Muhammadiyah 1 Weleri dan SD Negeri Penaruban 1 Weleri

Rakhmawati, Deviyanti Aulia (2014) PENGARUH LAMA AKTIVITAS BELAJAR DI RUANG KELAS TERHADAP KELAINAN REFRAKSI Studi Observasi Analitik Terhadap Anak Usia 8 – 11 Tahun di SD Muhammadiyah 1 Weleri dan SD Negeri Penaruban 1 Weleri. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (175kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (181kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (187kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (203kB) | Preview

Abstract

Gangguan tajam penglihatan yang sering terjadi pada usia sekolah adalah kelainan refraksi. Gangguan yang paling umum adalah miopia, hipermetropia dan astigmatisma. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 menunjukkan 10% dari 66 juta anak sekolah menderita kelainan refraksi. Prevalensi kelainan refraksi meningkat pada usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama aktivitas belajar di ruang kelas terhadap kelainan refraksi. Penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional ini menggunakan sampel 374 mata siswa SD Muhammadiyah 1 Weleri dan SD Penaruban 1 Weleri usia 8 – 11 tahun yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan dilakukan pemeriksaan mata menggunakan kartu Snellen dan lensa coba pada setiap mata siswa. Data penelitian dianalisis dengan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian didapatkan 51 mata (13,6%) mengalami kelainan refraksi. Kasus terbany@»I ��+ 'f@Tã¥›Ä ,}@ »I ��+ç f miopia yaitu sejumlah 46 mata (12,3%). Berdasarkan usia kelainan refraksi terbanyak pada usia 11 tahun yaitu 27 mata (24,5%) dan berdasarkan jenis kelamin, perempuan mengalami kelainan refraksi lebih banyak yaitu sejumlah 34 mata (18,1%). Hasil uji keeratan hubungan antara kedua variabel yang diuji menggunakan uji koefisien kontingensi adalah sangat lemah dengan nilai r = 0,120. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keeratan hubungan antara lama aktivitas belajar di ruang kelas terhadap kelainan refraksi sangat lemah. Kata kunci: Lama Aktivitas Belajar, Kelainan Refraksi, Anak

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 16 Dec 2015 02:38
Last Modified: 16 Dec 2015 02:38
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/1743

Actions (login required)

View Item View Item