PENGARUH PEMBERIAN SELENIUM TERHADAP VIABILITAS SPERMATOZOA Studi Eksperimental terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi Monosodium Glutamat (MSG)

Septiantika, Nita (2014) PENGARUH PEMBERIAN SELENIUM TERHADAP VIABILITAS SPERMATOZOA Studi Eksperimental terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi Monosodium Glutamat (MSG). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (44kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Infertilitas merupakan masalah yang memiliki angka kejadian cukup besar, disebabkan oleh keberadaan radikal bebas dalam MSG. Agar tidak terjadi infertilitas, maka diperlukan selenium. Selenium dalam komponen Glutation peroxidase diketahui fungsinya sebagai antioksidan yang berperan serta dalam sistem enzim untuk mencegah terjadinya radikal bebas dalam tubuh, sehingga tidak terjadi penurunan viabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian selenium terhadap viabilitas spermatozoa tikus Rattus norvegicus yang diinduksi MSG. Penelitian eksperimental laboratorium dengan posttest only control group design ini menggunakan 35 ekor tikus dibagi 5 kelompok. KK(-) diberi aquadest, KK(+) diberi MSG 0,8 gr, KP I diberi MSG 0,8 gr serta selenium 1,8 μg, KP II diberi 0,8 gr serta selenium 3,6 μg, dan KP III diberi 0,8 gr serta selenium 7,2 μg. Di beri perlakuan setiap hari sekali secara oral. Pemeriksaan viabilitas spermatozoa dilakukan setelah 30 hari perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji One Way Anova selanjutnya uji Post Hoc. Hasil rerata viabilitas spermatozoa yaitu KK(-) (84,86%), KK(+) (73,14%), KP I (80,71%), KP II (84,57%), dan KP III (88,86%). Hasil uji One Way Anova didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai p sebesar 0,000. Hasil uji Post Hoc menunjukkan bahwa antara : KK (+) dengan KP I (0,002), KK (+) dengan KP II (0,000), KK (+) dengan KP III (0,000), KP I dengan KP III (0,001) berbeda signifikan (p<0,05), sedangkan KP I dengan KP II (0,094), KP II dengan KP III (0, 064), berbeda tidak signifikan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, pemberian selenium dengan dosis 1,8 μg., 3,6 μg., dan 7,2 μg dapat mempertahankan viabilitas spermatozoa tikus Rattus norvegicus yang diinduksi MSG. Kata kunci : infertilitas, monosodium glutamat, selenium, viabilitas spermatozoa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 16 Dec 2015 02:36
Last Modified: 16 Dec 2015 02:36
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/1713

Actions (login required)

View Item View Item