HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN

Arofiyanto, Nisa (2019) HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[img] Text
Cover.pdf

Download (883kB)
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (286kB)
[img] Text
Publikasi.pdf

Download (156kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (111kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (163kB)
[img] Text
Lampiran.pdf

Download (747kB)
[img] Text
Bab I.pdf

Download (168kB)
[img] Text
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (245kB)
[img] Text
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (205kB)
[img] Text
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (158kB)
[img] Text
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB)
[img] Text
Bab VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (133kB)

Abstract

Latar Belakang : Data dari Rikesdas 2018 masih ada 38,9% Balita di Indonesia yang masih mengalami masalah gizi, terutama bayi umur dua tahun dengan tinggi badan dan berat badan (pendek – normal) sebesar 23,4% yang berpotensi akan mengalami status gizi kurang. Pemberian ASI eksklusif di usia awal bayi efektif untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu Orang tua dapat memberikan ASI eksklusif untuk pemenuhan nutrisi anak. Tujuan : Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak usia 6-24 bulan. Metode : Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Posyandu Karanggondang Harapan 1 dan Harapan II dengan sampel sebanyak 62 anak. Penelitian ini menggunakan instrument (kuesioner) pemberian ASI Eksklusif. Uji statistik yang digunakan uji Lambda. Hasil : Hasil analisis univariat karakteristik berdasarkan umur memiliki rata-rata usia 13,42 bulan dengan usia termuda 6 bulan dan usia tertua 23 bulan, menunjukkan responden terbanyak yaitu sejumlah 32 (51,6 %), menunjukkan bahwa rata-rata panjang badan responden 66 cm dengan ASI eksklusif panjang badan terpendek 40 cm. Adapun rata-rata berat badan responden 7 kg dengan berat badan terendah 3,5 kg. Hasil analisis variabel dukungan menunjukkan responden terbanyak dengan ASI tidak eksklusif 41 (55,1%) dan menunjukkan responden terbanyak dengan KEP Ringan 34 (54,8%). Hasil analisis bivariat dengan uji lambda didapatkan nilai ρ = 0.705 dan nilai koefisien korelasi atau r : 0,061, sehingga Ha ditolak. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan status gizi di Posyandu karanggondang Harapan 1 dan Harapan II Jepara. Kata kunci : pemberian ASI eksklusif, status gizi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 10 Jan 2020 07:05
Last Modified: 10 Jan 2020 07:05
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/14602

Actions (login required)

View Item View Item