HUBUNGAN KEBUTUHAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT RESIKO BUNUH DIRI PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RSJD DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG JAWA TENGAH
Berkas Tugas Akhir
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Bab VI.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang : Gangguan jiwa adalah konsep sindrom yang ditandai dengan tingkah laku seseorang secara psikologis yang sangat signifikan. Gangguan jiwa dapat dialami oleh siapapun tidak mengenal suku budaya, umur, agama, ataupun status sosial dan ekonomi. Tujuan umumnya menggambarkan hubungan antara kebutuhan spiritual dengan tingkat resiko bunuh diri untuk tujuan khususnya sendiri mengindentifikasi karakteristik responden, mengindentifikasi kebutuhan spiritual pada pasien gangguan jiwa, mengidentifikasi tingkat resiko bunuh diri pada pasien gangguan jiwa, dan menganalisis hubungan kebutuhan spiritual dengan tingkat resiko bunuh diri pada pasien gangguan jiwa. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasi. penggumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 35 responden dengan teknik total sampling, data yang diperoleh dan di olah secara statistik dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil : Hasil didapatkan bahwa ada hubungan antara kebutuhan spiritual dengan tingkat resiko bunuh diri pada pasien gangguan jiwa di RSJD Dr.Amino Gondohutomo Semarang. Simpulan : Ada hubungan antara kebutuhan spiritual dengan tingkat resiko bunuh diri pada pasien gangguan jiwa di RSJD Dr.Amino Gondohutomo Semarang. (P value < 0,011).
Kata Kunci : gangguan jiwa , kebutuhan spiritual , resiko bunuh diri
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
