PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA MERAH (Punica granatumL.) TERHADAP JUMLAH SEL LEYDIG DAN SEL SERTOLI Studi Eksperimental Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Dipapar Obat Nyamuk Bakar

Ningsih, Hifna Handria (2015) PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH DELIMA MERAH (Punica granatumL.) TERHADAP JUMLAH SEL LEYDIG DAN SEL SERTOLI Studi Eksperimental Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Dipapar Obat Nyamuk Bakar. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Hifna Handria Ningsih 01.211.6409_Cover.pdf

Download (100kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Hifna Handria Ningsih 01.211.6409_Intisari.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Hifna Handria Ningsih 01.211.6409_DaftarIsi.pdf

Download (89kB) | Preview

Abstract

Inhalasi pyrethroid pada obat nyamuk bakar dapat menyebabkan stres oksidatif berupa penurunan jumlah sel Leydig dan sel Sertoli. Delima merah(Punica granatum L.) mengandung senyawa polifenol yang memiliki efek antioksidan sehingga bisa diharapkan untuk meningkatkan jumlah sel Leydig dan sel Sertoli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah delima merahjumlah sel Leydig dan sel Sertoli pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang dipapar obat nyamuk bakar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post test only control group design. Sampel penelitian adalah 30 ekor tikusputih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok perlakuan I, II, dan III yang dipapar obat nyamuk bakar dan diberi ekstrak kulit buah delima merah masing-masing 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB, kelompok kontrol positif yang hanya dipapar obat nyamuk bakar, dan kelompok kontrol negatif yang tidak diberi perlakuan. Pada akhir penelitian tikus diterminasi dan diambil testis sebelah kanan. Testis dibuat preparat dengan metode blok parafin dan pengecatan hematoksilin eosin. Data yang diperoleh diuji One Way Anova dilanjutkan uji Post Hoc. Rata-rata sel Leydig pada kelompok perlakuan (I) 4,57; (II) 5,97; (III) 6,67 (K+) 3.73; dan (K-) 7,45. Rata-rata sel Sertoli pada kelompok perlakuan (I) 41,65; (II) 51,40; (III) 64,73; (K+) 38,27; dan (K-) 64,27. Analisis dengan One Way Anova menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk semua kelompok (p = 0,000) dan analisis dengan uji Post Hoc juga menunjukkan perbedaan signifikan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah delima merah dapat meningkatkan jumlah sel Leydig dan sel Sertoli. Kata kunci: ekstrak kulit buah delima merah, jumlah sel Leydig, jumlah sel Sertoli.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 05 Aug 2015 02:49
Last Modified: 05 Aug 2015 02:49
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/139

Actions (login required)

View Item View Item