PENGARUH KLOROFIL DAUN KATUK (Sauropus androgynus) TERHADAP PERSENTASE FRAGMENTOSIT DARAH Studi Eksperimental pada Mencit Betina (Mus musculus) Balb/c Anemia oleh Induksi Natrium Nitrit

Saintika, Heavin Rakhmat (2015) PENGARUH KLOROFIL DAUN KATUK (Sauropus androgynus) TERHADAP PERSENTASE FRAGMENTOSIT DARAH Studi Eksperimental pada Mencit Betina (Mus musculus) Balb/c Anemia oleh Induksi Natrium Nitrit. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
KTI_Heavin Rakhmat S_012116407_Cover.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KTI_Heavin Rakhmat S_012116407_Daftar Isi.pdf

Download (120kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KTI_Heavin Rakhmat S_012116407_Intisari.pdf

Download (115kB) | Preview

Abstract

Pengobatan anemia pada saat ini adalah dengan pemberian preparat besi secara oral dapat berupa garam fero, tetapi terdapat efek samping pengobatan besi secara oral berupa mual, rasa tidak enak di ulu hati, dan konstipasi. Oleh karena itu diperlukan pengobatan alami untuk pengobatan anemia dengan efek samping minimal, salah satunya dengan daun katuk. Klorofil daun katuk memiliki struktur porfirin yang dapat mereduksi radikal bebas sehingga dapat dijadikan sebagai antioksidan, selain itu katuk juga memiliki senyawa Mg yang dapat menggantikan Fe untuk berperan dalam eritropoiesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek klorofil daun katuk dan Cu-klorofilin terhadap persentase fragmentosit mencit betina galur Balb-c yang diinduksi natrium nitrit. Penelitian eksperimental dengan desain post test only control group design ini menggunakan sampel 32 ekor mencit betina galur Balb-c. Natrium nitrit sebanyak 0,3 ml/ekor/hari diberikan selama 23 hari, sedangkan klorofil daun katuk dan Cu-klorofilin sebanyak 0,7 ml/ekor/hari diberikan selama 17 hari. Pemeriksaan persentase fragmentosit dilakukan pada hari ke-40. Rerata persentase fragmentosit pada kelompok kontrol, induksi NaNO2, induksi NaNO2 dan klorofil daun katuk, serta induksi NaNO2 dan Cu-klorofilin secara berurutan adalah 0%, 0,11%, 0,01%, 0,03%. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan persentase fragmentosit yang bermakna antar kelompok perlakuan (p<0,05). Hasil uji Mann Whitney tidak didapatkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok mencit yang mendapat klorofil daun katuk dengan kelompok mencit yang mendapat Cu-klorofilin setelah induksi NaNO2 (p>0,05). Hal tersebut menandakan bahwa pemberian klorofil daun katuk sama efektifnya dengan Cu-klorofilin dalam menurunkan persentase fragmentosit. Pemberian klorofil daun katuk berefek terhadap penurunan persentase fragmentosit mencit betina galur Balb-c yang diinduksi natrium nitrit. Kata kunci: Cu-klorofilin, persentase fragmentosit, klorofil daun katuk, natrium nitrit.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 05 Aug 2015 02:38
Last Modified: 05 Aug 2015 02:38
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/137

Actions (login required)

View Item View Item