HUBUNGAN DIAMETER PUPIL DENGAN KEJADIAN GLARE PADA PASIEN PASCA LASIK Studi Observasional Analitik Pada Pasien PascaLASIK di Semarang Eye Center RSISultan Agung Semarang

Aninda, Fatya Nur (2015) HUBUNGAN DIAMETER PUPIL DENGAN KEJADIAN GLARE PADA PASIEN PASCA LASIK Studi Observasional Analitik Pada Pasien PascaLASIK di Semarang Eye Center RSISultan Agung Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Fatya Nur Aninda 01.211.6391_Daftar Isi.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Fatya Nur Aninda 01.211.6391_Cover.pdf

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Fatya Nur Aninda 01.211.6391_Intisari.pdf

Download (146kB) | Preview

Abstract

Glare adalah rasa tidak nyaman dalam penglihatan akibat mata sensitif terhadap cahaya maupun menurunnya sensitivitas kontras pada mata,sehingga visibilitas target penglihatan akan berkurang. LASIK (Laser Assisted In-Situ Keratomileusis)merupakan tindakan operasi laser yang secara permanen mampu mengubah bentuk kornea. Glare biasanya terjadi pada sebagian besar pasien pasca LASIK bersifat sementara ataupun menetap. Glare dapat terjadi akibat diameter pupil melebihi zona ablasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diameter pupil dengan kejadian glare pada pasien pasca LASIK di SEC RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian observasional analitik dengan rancangan riset cross sectional ini menggunakan sampel 64 orang pasien yang diambil dengan metode consecutive sampling dari 440 pasien pasca LASIK pada bulan Agustus 2012 – November 2014 di rekam medik SEC RSI Sultan Agung Semarang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Selanjutnya pasien yang memenuhi kriteria inklusi diminta untuk menjawab 5 pertanyaan kuesioner melalui telepon untuk selanjutnya disebut glare atau tidak glare. Data penelitian dianalisis dengan uji chi square (χ2) dan untuk mengetahui keeratan hubungan dilakukan uji Contingency Coefficient. Dari penelitian didapatkan bahwa sebanyak 73,4% pasien tidak mengalami glare dan 26,6% mengalami glare. Hasil uji chi square (χ2) menunjukkan hubungan bermakna antara diameter pupil dengan kejadian glare pasca LASIK dengan nilai p = 0,011 (p<0,05). Keeratan hubungan antara kedua variabel diuji dengan menggunakan Contingency Coefficient adalah rendah dengan nilai r = 0,303. Kesimpulan,terdapat hubungan antara diameter pupil dengan kejadian glare pada pasien pasca LASIKdi SEC RSI Sultan Agung, dengan keeratan hubungan rendah. Kata kunci: Glare, LASIK, Diameter Pupil

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 05 Aug 2015 02:21
Last Modified: 05 Aug 2015 02:21
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/130

Actions (login required)

View Item View Item