HUBUNGAN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN PENYAKIT ARTERI PERIFER Studi Analitik Observasional Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Rumah Sakit Islam Sultan Agung

Dewi, Erry Laksmita (2015) HUBUNGAN PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN PENYAKIT ARTERI PERIFER Studi Analitik Observasional Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
KTI_ERRY LAKSMITA DEWI 01.211.6381_Cover.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KTI_ERRY LAKSMITA DEWI 01.211.6381_Daftar Isi.pdf

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text
KTI_ERRY LAKSMITA DEWI 01.211.6381_Intisari.pdf

Download (162kB) | Preview

Abstract

Penyakit arteri perifer merupakan penyakit pada pembuluh darah akibat terbentuknya aterosklerosis yang menyebabkan pengurangan aliran darah ke ekstremitas.Penyakit arteri perifer biasanya juga ditemui pada pasien yang mengalami penyakit ginjal kronik oleh karena pada pasien dengan ginjal kronik cenderung lebih cepat untuk terkena aterosklerosis yang nantinya akan mengakibatkan terjadinya penyakit arteri perifer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit ginjal kronik dengan penyakit arteri perifer di RSI Sultan Agung. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dilakukan terhadap 44 pasien rawat inap maupun rawat jalan bangsal penyakit dalam. Dari 44 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu 22 pasien dengan PGK dan 22 pasien dengan non PGK. Pengambilan data PGKdan non PGKmenggunakan diagnosis dokter pada rekam medis, yang dilanjutkan dengan mengukurankle brachial index (ABI) untuk mengetahui ada tidaknya penyakit arteri perifer. Hasil penelitian didapatkan dari 22 pasien dengan PGK, 31,8% pasien didapatkan menderita PAP dan 18,1% pasien lainnya tanpa PAP. Sedangkan pada 22 pasien yang tidak menderita PGK (Non PGK) didapatkan 11,3% dengan PAP dan 38,6% lainnya tanpa PAP. Sehingga diketahui yang menderita PGK maupun non PGK dengan PAP sebanyak 43,1%. Selanjutnya untuk membuktikan adanya hubungan PGK dengan PAP maka dilakukan uji chi square (X2) sehingga dihasilkan p = 0,006 ( p<0,05) dan dilanjutkan uji contingency coefficient untuk mengetahui keeratan hubungan sehingga dihasilkan (r) = 0,382 (0,20 – 0,399) yang berarti kekuatan hubungan lemah. Simpulan, terdapat hubungan antara penyakit ginjal kronik dengan penyakit arteri perifer. Kata kunci : Penyakit arteri perifer, Penyakit ginjal kronik

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 05 Aug 2015 01:14
Last Modified: 05 Aug 2015 01:14
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/123

Actions (login required)

View Item View Item