TINJAUAN YURIDIS IMPLIKASI PERJANJIAN JUAL-BELI DALAM KELUARGA YANG DIBUAT OLEH NOTARIS TERHADAP KEDUDUKAN AHLI WARIS

Purwantono, Ferri Adhi (2018) TINJAUAN YURIDIS IMPLIKASI PERJANJIAN JUAL-BELI DALAM KELUARGA YANG DIBUAT OLEH NOTARIS TERHADAP KEDUDUKAN AHLI WARIS. Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

[img]
Preview
Text
COVER_1.pdf

Download (871kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK_1.pdf

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI_1.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_1.pdf

Download (336kB) | Preview
[img] Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
[img] Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB)
[img] Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PUBLIKASI_1.pdf

Download (410kB) | Preview

Abstract

Harta warisan sering menimbulkan permasalahan dalam keluarga. Ada banyak resiko yang muncul berkaitan dengan harta warisan ini. Jika tidak bijak menyikapinya konfik dalam keluarga bisa saja terjadi dan mengakibatkan renggang bahkan putusnya tali kekeluargaan. Ada beberapa hal yang berkaitan harta warisan yang perlu di perhatikan agar penjualan maupun pembelian harta warisan tidak bermasalah nantinya. Salah satu permasalahan yang sering terjadi yaitu perjanjian jual-beli dalam keluarga yang dibuat oleh notaris. Perjanjian jual beli dalam keluarga sangat jarang terjadi, karena biasanya dalam keluarga yang terjadi adalah hibah. Namun demikian terkadang muncul permasalahan. Perjanjian jual beli dalam keluarga sangat sulit dicari solusi penyelesaiannya. Ahli waris dapat membatalkan Jual beli tanah waris jika syarat-syarat sah jual beli tidak terpenuhi melalui pengadilan. Ahli waris yang tidak memberikan persetujuannya dalam jual beli tanah warisan sebagai haknya, berhak membatalkan jual beli tanah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan yuridis-normatif yang bersumber dari pengumpulan data yang diperoleh dari data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Perjanjian jual beli dalam keluarga antara orang tua dengan anak tersebut tidak memenuhi syarat obyektif dari syarat sahnya perjanjian mengenai hal-hal yang diperjanjikan dan causa yang halal, bahwa yang menjadi obyek jual-beli tersebut adalah bagian dari sengketa waris yang menjadi gugatan dari penggugat selaku dari ahli waris yang sah. Implikasi perjanjian jual-beli dalam keluarga yang dibuat oleh Notaris dalam hal adanya ahli waris yang menolak perjanjian jual beli yaitu dengan mengajukan gugatan secara perdata terhadap perjanjian jual beli tersebut pada Pengadilan Negeri. Implikasi perjanjian jual-beli terhadap kedudukan ahli waris pada sengketa waris diatas sebagai suatu perbuatan melawan hukum sebagaimana ketentuan pasal 1365 KUHPerdata, Sehingga perjanjian jual-beli tersebut tentu saja merugikan ahli waris yang sah yang berakibat pada berkurangnya obyek waris. Kata Kunci : Notaris, Perjanjian Jual Beli, Keluarga

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Pascasarjana > Magister Kenotariatan
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 30 Oct 2018 03:28
Last Modified: 30 Oct 2018 03:28
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/11917

Actions (login required)

View Item View Item