library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PERAN NOTARIS DALAM PENGGUNAAN AKTA SKMHT YANG TIDAK DIIKUTI APHT TERHADAP DEBITOR WANPRESTASI TERKAIT PEMBERIAN FASILITAS KREDIT PEMILIKAN RUMAH SUBSIDI (STUDI KASUS DI BANK TABUNGAN NEGARA PEKALONGAN)

Detail Tugas Akhir

PERAN NOTARIS DALAM PENGGUNAAN AKTA SKMHT YANG TIDAK DIIKUTI APHT TERHADAP DEBITOR WANPRESTASI TERKAIT PEMBERIAN FASILITAS KREDIT PEMILIKAN RUMAH SUBSIDI (STUDI KASUS DI BANK TABUNGAN NEGARA PEKALONGAN)

Yusuf, Rifki (2018) PERAN NOTARIS DALAM PENGGUNAAN AKTA SKMHT YANG TIDAK DIIKUTI APHT TERHADAP DEBITOR WANPRESTASI TERKAIT PEMBERIAN FASILITAS KREDIT PEMILIKAN RUMAH SUBSIDI (STUDI KASUS DI BANK TABUNGAN NEGARA PEKALONGAN). Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
1.COVER.pdf
PDF
Text
2.ABSTRAK.pdf
PDF
Text
3.DAFTAR ISI.pdf
PDF
Text
4.BAB I.pdf
PDF
Text
5.BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (376kB)
PDF
Text
6.BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (247kB)
PDF
Text
7.BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (98kB)
PDF
Text
8.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Abstract

Kabupaten Pekalongan merupakan lokasi yang memiliki potensi tinggi dalam penggunaan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT), hal ini disebabkan oleh gencarnya pembangunan oleh masyarakat yang membutuhkan dana besar yang antara lain berasal dari kredit yang diperoleh dengan menggunakan lembaga Hak Tanggungan yang selanjutnya menimbulkan berbagai masalah seperti apabila debitor wanprestasi. BTN selaku kreditor dalam pemberian KPR bersubsidi kepada debitor umumnya tidak menguasai benda yang menjadi jaminan kredit secara fisik, tetapi hanya memiliki hak kebendaan secara administratif. Pengikatan obyek jaminan yang berupa tanah, yaitu Hak Milik, Hak Guna Bangunan dan Hak Guna Usaha, prosesnya hanya sampai dengan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan (SKMHT) saja, dengan tidak dibebankan Hak Tanggungan atas obyek jaminan tersebut, maka BTN belum memiliki hak kebendaan atas jaminan tersebut secara faktual.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis peran notaris dalam hal debitor wanprestasi, penggunaan SKMHT yang tidak diikuti APHT dalam hal debitor wanprestasi terkait dengan pemberian fasilitas Kredit Pemilikan Rumah Subsidi pada Bank Tabungan Negara serta upaya pihak Bank Tabungan Negara dalam hal debitor wanprestasi terhadap pemberian fasilitas Kredit Pemilikan Rumah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif, yaitu data yang diperoleh disusun secara sistematis kemudian dianalisis secara kualitatif agar dapat diperoleh kejelasan masalah yang akan dibahas.
Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa dalam menghadapi debitor wanprestasi Bank BTN mengambil langkah melakukan penjualan kembali dengan menggunakan kuasa menjual yang tercantum dalam akta “Pengakuan Hutang”, serta peningkatan SKMHT ke APHT kepada calon debitor, dan peran notaris yang hanya sebagai pembuat akta sehingga tidak turut serta jika terjadi wanprestasi.

Kata kunci: Notaris, SKMHT, APHT, Bank

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints