library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

Pengaruh Pemberian Ekstrak Seledri Terhadap Kadar 8-OHdG (8-Hydroxy-2’-Deoxy Guanosine) dan Jumlah Foam Cell (Uji pada tikus galur Wistar yang diberi diet tinggi lemak)

Detail Tugas Akhir

Pengaruh Pemberian Ekstrak Seledri Terhadap Kadar 8-OHdG (8-Hydroxy-2’-Deoxy Guanosine) dan Jumlah Foam Cell (Uji pada tikus galur Wistar yang diberi diet tinggi lemak)

Budiarto, Agnes (2018) Pengaruh Pemberian Ekstrak Seledri Terhadap Kadar 8-OHdG (8-Hydroxy-2’-Deoxy Guanosine) dan Jumlah Foam Cell (Uji pada tikus galur Wistar yang diberi diet tinggi lemak). Masters thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
COVER.pdf
PDF
Text
ABSTRAK.pdf
PDF
Text
DAFTAR ISI.pdf
PDF
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf
PDF
Text
PUBLIKASI.pdf
PDF
Text
BAB I.pdf
PDF
Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (299kB)
PDF
Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (538kB)
PDF
Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (85kB)
PDF
Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (499kB)

Abstract

Latar Belakang: Pola makan yang banyak mengandung lemak, disertai frekuensi makan yang tinggi meyebabkan hiperlipidemia. Salah satu pencegahan hiperlipidemia dengan pemberian ekstrak seledri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak seledri terhadap kadar 8-OHdG (8-Hydroxy-2’-Deoxy Guanosine) dan jumlah foam cell.
Metode: Penelitian eksperimental dengan post-test only control group design ini dilakukan pada 35 ekor tikus Wistar yang diberi adrenalin dan diet tinggi lemak untuk induksi hiperlipidemia. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok K-N: kontrol negatif, kelompok K-S: kontrol positif diberikan simvastatin, kelompok ES-25: mendapatkan ekstrak selederi dosis 25mg/200grBB, kelompok ES-50: mendapatkan ekstrak seledri dosis 50mg/200grBB dan kelompok ES-75: mendapatkan ekstrak seledri 75mg/200grBB. Perlakuan selama 30 hari. Kadar 8-OHdG ditentukan dengan ELISA, sedangkan jumlah foam cell ditentukan dengan preparat histopatologi dengan pengecatan HE. Data dianalisis dengan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney.
Hasil : Analisis statistik Mann-Whitney menunjukkan kadar 8-OHdG pada ES-25 (12,13 ± 0,21), ES-50 (7,23 ± 0,25), ES-75 (4,41 ± 0,45) lebih rendah bermakna dibanding K-N (14,30 ± 0,66) p 0,001. Jumlah foam cell pada ES-25 (7,57 ± 0,53), ES-50 (6,57 ± 0,79), ES-75 (3,43 ± 0,53) lebih rendah bermakna dibanding K-N (13,57 ± 1,27) p 0,001..
Kesimpulan: Ekstrak seledri mampu menurunkan kadar 8-OHdG dan jumlah foam cell tikus galur Wistar yang diinduksi dengan adrenalin dan diet tinggi lemak.

Kata kunci: seledri, 8-OHdG, foam cell

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints