PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) TERHADAP JUMLAH MITOSIS SEL PADA TUMOR KULIT - Studi Eksperimental Pada Mencit BALB/c yang Diinduksi 7,12 Dimethylbenz (a) Anthracene (DMBA) dan 12-O-Tetradecanoylphorbol-13-Acetate (TPA)

Rahmi, Dean Fathia (2018) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria) TERHADAP JUMLAH MITOSIS SEL PADA TUMOR KULIT - Studi Eksperimental Pada Mencit BALB/c yang Diinduksi 7,12 Dimethylbenz (a) Anthracene (DMBA) dan 12-O-Tetradecanoylphorbol-13-Acetate (TPA). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (909kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (243kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PUBLIKASI.pdf

Download (986kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (179kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (107kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)

Abstract

Temu putih (Curcuma zedoaria) dikenal sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit, juga dikenal bersifat antitumor. Penelitian untuk mengetahui potensi ekstrak temu putih dalam pengobatan tumor kulit yang diamati dari jumlah mitosis sel tumor kulit pada mencit strain BALB/c. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan randomized post test only control group design. Sebanyak 24 ekor mencit strain BALB/c digunakan dalam penelitian ini. Semua mencit dibuat model bertumor dengan cara diinduksi DMBA dan TPA. Kelompok I tidak diberi perlakuan, kelompok II, III dan IV diberi ekstrak temu putih 2, 4, dan 8 mg/hr selama 4 minggu. Jumlah mitosis sel tumor kulit dihitung dari tiap 100 sel tumor menggunakan mikroskop cahaya pada perbesaran 400x dalam 5 lapang pandang. Mitosis sel tumor kulit antar kelompok dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Jumlah mitosis sel tumor kulit kelompok I sebesar 1,87±0,21, kelompok II: 1,50±0,21, kelompok III: 0,50±0,28 dan kelompok IV: 0,87±0,10. Uji Kruskal Wallis diperoleh p = 0,000 menunjukkan paling tidak ada dua kelompok dengan perbedaan jumlah mitosis sel tumor kulit yang bermakna. Uji Mann Whitney diperoleh nilai p < 0,05 untuk semua perbandingan antar dua kelompok. Kesimpulan: pemberian ekstrak temu putih berpengaruh terhadap jumlah mitosis sel tumor kulit mencit strain BALB/c. Ekstrak temu putih dosis 8 mg/hr berpengaruh paling efektif terhadap jumlah mitosis sel tumor kulit. Kata kunci: Mitosis, Ekstrak Temu Putih, Tumor Kulit

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 29 Aug 2018 05:04
Last Modified: 29 Aug 2018 05:04
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/10942

Actions (login required)

View Item View Item