PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG TEMPE PADA MASA KEBUNTINGAN TERHADAP BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN LAHIR (Studi Eksperimental terhadap Tikus Putih Galur Wistar yang diberi diet 10 g BUR 3)

Pratiwi, Mira (2017) PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG TEMPE PADA MASA KEBUNTINGAN TERHADAP BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN LAHIR (Studi Eksperimental terhadap Tikus Putih Galur Wistar yang diberi diet 10 g BUR 3). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PUBLIKASI.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Nutrisi selama hamil diperlukan untuk tumbuh kembang janin. Gizi ibu merupakan salah satu faktor utama yang menentukan tumbuh kembang janin mulai konsepsi sampai lahir. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat normal. Nutrisi Ibu selama hamil dapat mempengaruhi pertambahan Berat Badan Lahir (BBL) dan Panjang Badan Lahir (PBL). Trimester I menjadi masa yang penting oleh karena proses embriogenesis. Trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu. Trimester III untuk hipertrofi selular janin, plasenta, cairan amnion dan aktivitas motorik. Defisiensi nutrisi selama hamil berpengaruh terhadap janin yang dapat mengakibatkan pertukaran darah janin ke ibu menurun dan suplai nutrisi dari ibu ke janin berkurang sehingga terjadi Intra Uterine Growth Retardation (IUGR). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung tempe pada berbagai waktu kehamilan terhadap BBL dan PBL. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Penelitian ini menggunakan hewan coba yaitu tikus putih galur wistar, sampel dipilih secara random yang dibagi menjadi 4 kelompok uji, masing – masing kelompok terdiri dari 5 induk tikus dan diberi 50% pakan normal (10 g). Kelompok I diberi tambahan suplementasi tepung tempe pada Minggu I Bunting, Kelompok II saat Minggu II, Kelompok III (Minggu III), dan Kelompok K (Kontrol). Setelah anak lahir timbang berat badan dan ukur panjang badan. Hasil rerata BBL Kelompok I = 4.46 g, PBL = 4.58 cm. Kelompok II BBL = 5.3 g, PBL = 5.56 cm. Kelompok III BBL = 6.4 g, PBL = 6.7 cm. Kelompok K BBL = 3.74 g, PBL = 3.98 cm. Diuji dengan annova menghasilkan adanya perbedaan yang signifikan dengan p < 0.05. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa suplementasi tepung tempe berpengaruh terhadap BBL dan PBL anak tikus putih galur wistar, hal ini terbukti BBL dan PBL kelompok III paling tinggi dibandingkan kelompok lain, serta paling rendah BBL dan PBL adalah kelompok K. Semakin banyak induk tikus memakan tepung tempe, maka semakin tinggi pula nutrisi, sehingga saat lahir anak memiliki BBL dan PBL yang tinggi. Kata Kunci : Suplementasi Tepung Tempe, Berat Badan Lahir (BBL), dan Panjang Badan Lahir (PBL)

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 12 Feb 2018 05:42
Last Modified: 12 Feb 2018 05:42
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/10026

Actions (login required)

View Item View Item